22nd Birthday

Tumben cewdih :3

Mungkin karena lebih banyak yang ngucapin pagi ini dari yang sebelumnya. Dan yang lama-lama juga ‘sok’ ngucapin :’)

Gak mau ada benci, sih. Habis mau gimana lagi yak kalo uda kadung kejadian ikhlasin aja apa yang terjadi selanjutnya πŸ™‚

Welcome my transition πŸ™‚

Advertisements

[MOVIE REVIEW] A Beautiful Mind (2001)

Sumber: https://pics.filmaffinity.com/

Hey guys.. It’s been so long yup :’D

Look at my language! Seems like i’ve been go to such an English ride! Haha

But i will continue this review with Indonesian because i know my words is just limited in this language and i think this review is so precious to my life :p

Yah.. Seperti biasa dimulai dari latar belakang dulu. Jadi A Beautiful Mind adalah film dengan judul yang selalu terngiang dipikiran, bahkan sewaktu-waktu muncul lewat suara. Mungkin sudah banyak rekomendasi untuk film ini yang ku baca, tapi kesempatan untuk nonton itu baru aku ambil hari ini :’D and it was so damn, sad, yet touching :’D i don’t know why i’m so in love with this kind of genre maybe because i need that topping :’D

Film ini bagus buat kamu tonton pas gabut (gak ada kerjaan, bahasa gaul belakangan ini), atau saat kamu butuh sebuah petualangan pikiran, bukan ini bukan fantasi, tapi drama semacam ini bikin kamu bahagia, kenikmatan psikis 😁 tapi sebelum itu ada baiknya kita baca data filmnya yang aku kutip dari situs wikipedia.org dulu ya πŸ™‚

A Beautiful Mind (2001)

Sutradara : Ron Howard

Produser : Ron Howard, Brian Grazer

Penulis : Akiva Goldsman, Sylvia Nasar (buku)

Pemeran : Russell Crowe, Jennifer Connelly, Ed Harris, Paul Bettany, Christopher Plummer, Josh Lucas, Judd Hirsch
Sinematografer : Roger Deakins

Musik : James Horner

Penyunting Gambar : Daniel P. Hanley, Mike Hill

Perusahaan Produksi : Imagine Entertainment

Distributor : Universal Studios, Dreamworks

Tanggal Rilis : 21 Desember 2001

Durasi : 135 menit / 2 jam 25 menit

Negara : Amerika Serikat

Bahasa : Inggris

Genre : Drama, Roman

Sinopsis Singkat :

John Nash adalah seorang mahasiswa di Perguruan Tinggi Princeton yang mendapatkan beasiswa Carniege karena kejeniusannya sebagai Matematikawan. Obsesinya yang tinggi terhadap persoalan matematika ini membuatnya bersifat tak simpatik dan agak apatis terhadap lingkungannya. Di tengah keinginannya mendapatkan ide orisinil membuat Paper untuk gelar doktornya, John mendapatkan tekanan dari teman-temannya yang telah sukses menerbitkan Papernya, namun dengan dukungan teman sekamarnya, Charles, dia terus berusaha hingga diterima di pusat penelitian, Wheeler Defense Lab di MIT (Massachusetts Institute of Technology).

Setelah bekerja di sana, John mendapatkan tugas untuk membongkar kode rahasia di gedung Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Di sana ia bertemu dengan Parcher yang menjadikannya pembaca kode rahasia untuk waktu yang panjang. Keterhanyutannya dalam pekerjaan rahasianya membuatnya tidak percaya pada fakta bahwa seorang dokter psikologi memfonisnya mengidap gangguan kejiwaan Skizofrenia (kesulitan membedakan kenyataan dan halusinasi) dan mengatakan beberapa hal yang telah dilakukannya merupakan bagian dari hayalannya.

A Beautiful Mind, sebuah cerita jalan hidup seorang John Nash, Matematikawan yang mendapatkan Nobel dalam bidang ilmu Ekonomi tahun 1994.


Yahh mungkin terhitung 1 jam aku nulis yang di atas itu, jadi sekarang rasa terharuku sudah reda πŸ˜€

A Beautiful Mind ini dibuka dengan pengenalan karakter John Nash yang tidak seperti orang biasa, suka bergaul dan berbicara dengan gayanya sendiri, salah seorang temannya, Martin Hansen adalah salah satu yang sering menguji kesabarannya πŸ˜€

Rasa putus asanya untuk menemukan bahan Paper menjadi bagian selanjutnya dari cerita. Profesornya sampai mengajaknya bicara karena walaupun dia jenius, semua akan terlambat jika dia tidak segera selesai di Princeton. Profesor menunjukkan seorang anggota dewan yang mendapatkan penghormatan dari anggota lain. Hal itu membuat John Nash terpaku.

Yah, John Nash itu orang yang peduli sekali pada penemuan terobosan baru sampai dia hampir tidak tahu cara berinteraksi dengan manusia lain, tapi meski begitu, dari kuliahpun dia sudah populer di mata para gadis, tapi ya itu, otaknya yang penuh angka itu membuatnya susah mengikuti budaya basa-basi sehingga kadang omongannya yang to the point malah buat dia dibenci cewek πŸ˜€

John Nash itu emang orang yang jenius, kehidupannya dibuat penting sekali di film A Beautiful Mind ini sampai di titik dia merasa tak berguna akibat penyakit Skizofrenianya. Hidupnya sungguh kacau, Thanks to God, istrinya, Alicia, masih setia menemaninya meski kadang itu terasa seperti sekedar kewajiban :’)

The magical thing is when your people believe in your time.

Meski sempat hancur, kepercayaan Alicia tidak serta merta hilang. Hal ini yang membuat John yakin lagi dan lagi untuk mengambil kehidupannya di dunia Matematika yang sangat ia cintai. I hope the only craziness his had is just his love for Math :’)

Coba kamu bayangkan dunia yang kamu cintai itu direnggut, seperti satu-satunya hal yang kamu tahu selama ini direnggut, lalu apalagi yang bisa kamu lakukan? Itu sama seperti pecandu handphone yang seperti orang linglung saat kecanduannya dirampas. Tapi lihat, orang di sekitarmu tidak memaksamu untuk langsung sadar. Baiknya mereka memberikan waktu dan waktu adalah hadiah terbaik bagi siapapun πŸ™‚

Itu semua kesan yang kudapat. Memang dengan durasinya yang 2 jam lebih itu kadang bikin aku liat garis durasi di tengah cerita, tapi itu cuma semata karena penasaran terhadap dunia John Nash yang ambigu itu. Dan kadang juga banyak sekali obrolan diawal yang tidak kumengerti jadi harus back forward lagi :’D. Pada akhirnya film ini sukses bikin aku menangis sambil tersenyum :’) sakit gak berdarah :’D

Untuk film A Beautiful Mind yang terilhami dari buku biografi oleh Sylvia Nasar tahun 1998 (wow, 4 tahun setelah mendapat Nobel), saya terkesan oleh film ini, John Nash berhasil membuktikan keberaniannya melawan penyakit skizofrenia untuk kembali ke dunia yang ia cintai πŸ™‚

4.5 stars out of 5 πŸ™‚

Randomly Thinking

Orang-orang di industri ini emang berbeda.

Sejenis cari muka ya, ato apa, cuma merhatiin atasan.

Bukan karna saya nggak pernah magang, tapi di tempat saya magang dulu, saya diperlakukan sama dengan atasan.

Mereka kasih saya pekerjaan sama seperti mereka kasih ke yang lain. Berceritapun mata saya juga di tatap. Tak beda dengan yang lain.

Industri pakai otak. Yang bodoh pun di tinggal. Di suruh cari jalan sendiri tanpa di bimbing. Kalau salah baru di marahi. Kalau gak pernah salah gak bakal belajar. Begitu katanya.

Di industri pakai otak, kepala idealis di tolak mentah-mentah. Meskipun idealis disetarakan dengan senior pun tetap salah. Pokoknya kamu jadi robot disini. Idealis out. Yang belum punya otak harus kaku disini.

Jelas-jelas saya jadikan pembanding. Orang idealis meski suka cari ribut tapi dia tau cara memanusiakan manusia. Dia tau batas waktu untuk sebabkan penyesalan itu bukan selamanya. Dia tau dirinya juga manusia yang pernah salah. Tidak ada yang pantas jadi robot suruhan.

Kalau sudah begini mau hasilnya apapun saya pasrah. Wong disenyumi gak di bales. Kerja gantikan kerjaan dia juga gak di apresiasi. Mau maju dengan cara barat katanya. Ya mati saja dengan otak barat hati timur begitu. Dia pikir yang kalah nanti siapa?

Waktu itu cepat berlalu. Yang ditemui sekarang kita gatau nanti jadinya apa. Syukur syukur kalau sudah tidak ada sambungan benang merah lagi. Aamiin kan saja. Biar kamu senang jadi Dewa di dunia yang kamu pikir kecil itu.

MATAHARI TERBIT DARI BARAT

Baru saja terpikir dari pulang setelah pembicaraan arah sholat dengan teman. Ia mempertimbangkan mengenai dimana letak timur yang sebenarnya kemudian memastikan bahwa sebelah kanannya adalah arah Timur, dan menunjuk kesana dan mengatakan β€˜benar kan?’

Bingung, aku katakan yang digunakan untuk arah sholat adalah Barat. She’s too move~, she was let go with it. But I’m still confused. How could person forget about which direction he must facing one?

Sampai dirumah saat mengatakan Allahu Akbar pertama Sholat Isya, aku teringat salah satu tanda kiamat yang dipastikan Allah akan terjadi. Kemudian entah mengapa otakku menyatukannya dengan β€˜her words’.

Bagaimana jika yang dimaksud MATAHARI TERBIT DARI BARAT adalah manusia-manusia yang telah lupa arah sholatnya dan mulai menggesernya sedikit-sedikit hingga benar-benar berpaling dari Allah SWT?

Astaghfirullah… pemikiran apa ini..

I’m just afraid Ya Allah.. I’m so love you 😦

Upit :3

No one knows about Upit.

What is Upit?

How does it look?

Do I need to know about something seems weird named Upit-whatever?

O-ho hold up because I will bring you a new fun thing in the world :3

Owjyeah

Isn’t it too swag either too cuuute? :3

Yak it is Upit. She is *yeah it is ‘she’ i’ve checked it* a kitty from a local cat that i named Pungi :3 She is, eum… about.. more than six months. She born with her two elder brother named Mingho and, I’m sorry I don’t give the second brother a name before he died 😦 *he died when they turned 1 month because Pungi pressured him under my wardrobe -_-*

About 5 months Pungi take two of them to the other home -_- really, I hate Pungi because of this -_- I miss them and ask my Mom to find them. My Mom get Mingho and Upit to our home. But Pungi get them back -_- really, Pungi is so #&Β₯*Β₯-!! But i love her too 😦

So the other week Pungi come back to my home with Upit. But no Mingho 😦 I thought Mingho already became a teen and had an unstable mind that always want to explore everything so, yeah, I let Mingho go :’) really, my problem with Mingho-Pungi-Upit is like a Lily-Mama-Victoria relationship -_- *you can watch Mama movie by AndrΓ©s Muschietti, it so sad, maybe you would know how my feeling to let them go after you watch it :(*

And so until now I never saw Mingho again *just some news from my neighbor that he doing well ask them to give him some food -_-* but Pungi, ughh, really, she’s keep visit my house and eat some of Upit food -_- *Pungi seemed really let Upit go since Upit already big enough because when Upit near her, Pungi suddenly clowed Upit, and Upit’s expression is turn into this emot -> :(*

But I really sad that Upit don’t have a friend to play with. And all I do is just disturbing her *not actually play with herπŸ˜…* so sometimes she’s look lonely and always sleepy -_- you know, there’s nothing to do with her life. *actually my life too πŸ˜…*

So enough for the story. Yeah maybe you think I hate Pungi so much, but you know, cat can’t be hated too long since they’re so fluffy 😒 and now Pungi’s hair is growing so good and dense πŸ˜‚ I glad to meet her in a good condition and it feel so nice when she’s still responsible when I call her name πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Yak it’s time to photoshoot~

I’m sorry I really love to take her picture when she’s sleep πŸ˜‚

Aaanndd thank you for your time that already wasted πŸ˜‚ I can’t stand my happiness alone and want to share it to the world. And also, Upit is just too much for me ><

Bye bye :3

[REVIEW MOVIE] THE BFG (2016)

Sumber: wikipedia.com

Bagaimana kesan anda setelah melihat poster tersebut? πŸ™‚

Tatapan mata seorang raksasa tua yang sangat humble, dengan tone warna latar yang terkesan sendu. Saya membayangkan film ini sejenis film PeterPan (2003) yang mengajak penonton menjelajah dunia ajaib.

But no no, penjelajahan dunia ajaib tidak sampai pada agenda menjelajah rupanya :’) tapi sebelum itu kita tampilkan dulu kutipan data filmnya yang saya copy dan edit dari wikipedia.com

INFORMASI

Sutradara : Steven Spielberg

Produser : Steven Spielberg, Frank Marshall, Sam Mercer

Naskah Film : Melissa Mathison

Adaptasi : Novel The BFG (1982) karya Roald Dahl

Musik : John Williams

Tata Kamera : Janusz KamiΕ„ski

Penyunting gambar : Michael Kahn

Rumah Produksi : Walt Disney Pictures, Amblin Entertainment, Reliance Entertainment, Walden Media, The Kennedy/Marshall Company

Distrributor : Walt Disney Studios, Motion Pictures

Tanggal Rilis : 1 juli 2016 (Amerika Serikat)

Durasi : 117 minutes

Negara : Amerika Serikat

Bahasa : Inggris
PEMERAN

Mark Rylance

Ruby Barnhill

Penelope Wilton

Jemaine Clement

Rebecca Hall

Rafe Spall

Bill Hader

******************

YAP YAAPP

Ekspektasi tinggi sih penuh petualangan, tapi apakah yang saya dapat? πŸ˜€

Saya mendapatkan pertunjukan kehidupan seorang raksasa tua, kehidupan seharinya juga gak banyak diulas.

Film ini dimulai dari Sophie, gadis dari panti asuhan yang mengalami insomnia. Pada ΒΎ malam dia terbangun dan melihat raksasa di jalanan diluar jendelanya. Raksasa tua yang takut manusia membocorkan rahasia keberadaannya, menculik Sophie dan membawanya ke dunia raksasa.

Ett, meakipun raksasa ini tua, tapi dia cukup lincah. Diliat dari proporsi tubuh, kakinya lebih panjang dari badannya, dan karena badannya yang ramping, dia dengan mudah menjangkarkan kakinya semaksimal mungkin untuk berlari.

Yaa cukup aneh kenapa ketika dia berlari tidak ada yang melihat sosoknya. Mungkin ini juga pelajaran buat kita yang sering sibuk dengan persoalan sendiri dan lupa memperhatikan sekitar. Hayo nanti kalo disamping ada binatang buas gak keliatan lagi xD

Setelah Sophie sampai di dunia raksasa, bukan berarti kita diajak menjelajah. Sophie ternyata sangat rawan keluar karena ada 7 raksasa yang lebih besar dari raksasa tua, yang siap memakan Sophie sekali lahap.

Tapi, apakah Sophie aman di dalam rumah raksasa tua? Iyak, karena raksasa itu tidak memakan manusia, dia menganggapnya kanibal, karena raksasa juga manusia, hanya ukurannya yang Wumboo (?) Karena itulah raksasa tua dipanggil BFG (Big Friendly Giant). Tapi, siapa yang memulai memanggilnya begitu?

Ternyata ada seorang pangeran muda yang amat kesepian pernah diculik juga oleh BFG. BFG benar-benar baik loh, mungkin karena pengaruh usianya yang sangat tua, sehingga dia sangat memperhatikan sekitarnya. Anak itu sangat senang di dunia BFG, namun karena ketahuan para raksasa, anak itu, sepertinya, di lahap 😦 BFG ternyata mudah move on yah, uda cari manusia lain lagi buat diculik xD

Belajar dari masa lalu, BFG sempat mengembalikan Sophie, namun Sophie yang khawatir pada keadaan BFG, membantu BFG lepas dari gangguan para raksasa pemakan manusia.

Hmm kilas balik filmnya amburadul ya tapi pas lah buat ngegambarin filmnya, jangan terlalu banyak spoiler gimana cara Sophie dan BFG cari jalan keluar xP

Lalu adakah yang mengecewakan? Yap, ada. Saya sepertinya suka sekali mengetahui hal-hal yang tidak bisa saya gapai. Dunia dongeng BFG ini pasti bikin saya penasaran, namun, BFG tidak mengenyangkan otak saya. BFG hanya sempat membawa Sophie menangani masalahnya, lalu film selesai. Film terasa tidak pas, menurut saya, karena kurang menceritakan kehidupan di Dunia Raksasa, atau setidaknya, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan BFG. Kisah BFG ini, bahkan saya saja tidak mau berpisah dulu dengannya karena saya merasa masih belum mengetahui banyak. Tapi Sophie malah sudah sangat puas setelah terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya sudah tidak bersama BFG lagi. 😐

Saya cukup ‘wauw’ sama pemandangan yang disajikan. Cara BFG melintasi beda dunia, dari dunia raksasa, ke dunia mimpi, lalu ke dunia manusia. Saya juga takjub dengan dunia mimpi. Tapi bahkan dunia mimpipun tidak diceritakan lebih jauh :’) mereka cuma nyemplung, lalu bertemu mimpi-mimpi jahat dan buruk untuk ditangkap. Saya juga kurang setuju sama ide cerita membawa BFG ke hadapan ratu. Namun kalau kita liat dari sisi dongengnya, anak-anak memang suka menghayalkan ‘perdamaian yang berlebihan’, jadi sepertinya ide itu bisa diampuni untuk menjadi jalan cerita, meskipun saya sendiri memang nggak setuju πŸ˜€

Sedikitnya petualangan bikin film BFG terasa dongeng banget, bahkan bagi pemeran manusia di film tersebut. Mungkin memang BFG lebih cocok jadi dongeng daripada jadi nyata :’)

Mengenai tokoh, beberapa ekspresi BFG bikin aku keinget Alm. Robin Williams. Apalagi cengirannya yang ini

Well, Alm. Robin Williams dari tampang memang uda keliatan humble dan suka gemas. Aku kira memang dia yang jadi model animasinya, untuk niru ekspresinya begitu.

Sumber : en.mediamass.net

Tapi ternyata ada aktor yang jadi model asli untuk memperagakan tubuh BFG langsung, ada aktor Mark Rylance yang dilihat-lihat wajahnya cukup humble juga πŸ˜€

Sumber : hollywoodlife.com

Hmm, aku emang belum lihat atau nonton aktor Mark Rylance sebelumnya. Jadi nggak kepikiran beliau juga πŸ˜€ tapi overall, aku lebih pilih BFG daripada dua bapak ini :p

Dan, apakah film BFG ini worth it untuk ditonton? Hmm, saya rasa iya, namun di prioritaskan untuk pecinta dongeng yaa. Yang suka petualangan, menyerah saja, film ini terlalu singkat untuk menyajikan petualangan yang menakjubkan :’D tapi kalau ditanya apakah film ini memberi dampak bagi saya? Iya, saya lumayan terenyuh, bagian BFG tersenyum lembut. Karakter BFG bagus banget. Penyayang. Apa daya saya berlinang air mata ketika BFG malah bisa tersenyum lembut, Sophie juga. Perpisahan mereka hadapi dengan keyakinan bahwa mereka saling tahu keberadaan masing-masing meski tidak bersama.:’)

Untuk pemandangan, perawakan, keahlian, dan senyum BFG yang menyegarkan mata, namun tertimpa keingintahuanku mengenai dunianya lebih dalam tidak terbayar…

6/10

Atau

3/5

Trimakasih πŸ™‚

[REVIEW MOVIE] Unforgettable (2016)Β 

Gilak, nangis siang bolong :’D
Jadi ceritanya karena aku lagi males makan tanpa tontonan, aku lanjutin film yang baru setengah ku tonton.

Ini film mulanya ku download karena ada D.O nya πŸ˜€ iya D.O EXO, aka Kyung Soo. Yaa pengen aja liat aktingnya dia, karena dia salah satu member EXO yang aku hormati (?)

Sebelum kasih komentar gaje ada baiknya kita cari rincian film yang kita kutip dari : filmku.net

Unforgettable / Pure Love adalah film Korea Selatan terbaru tahun 2016 yang disutradarai oleh Lee Eun He.

Film ini dimulai pada tanggal 22 Juni 2015 dan selesai pada tanggal 18 September 2015 dengan mengambil latar tempat Goheung, Provinsi Jeollanam, Korea Selatan.

Film Korea Unforgettable berkisah mengenai surat yang tiba dari 23 tahun di masa lalu di radio music live show. Melalui surat itu, cinta pertama dan persahabatan dari lima teman mulai terungkap.

INFORMASI:

Judul: Unforgettable (Judul dalam Bahasa Inggris) / Pure Love (Judul Asli)

Judul dalam Hangul: μˆœμ • (Sunjeong)

Sutradara: Lee Eun Hee

Penulis: Han Chang Hoon, Lee Eun Hee

Produser: Jung Moon Goo, Bang Mi Jung, Joo Pil Ho

Penata Kamera: Lee Joon Gyoo

Tanggal Rilis: 24 Pebruari 2016

Durasi: 113 min.

Distributor: Little Big Pictures

Bahasa: Korean

Negara Asal: South Korea

PEMERAN UTAMA:

Do Kyung Soo sebagai Beom Sil

Kim So Hyun sebagai Soo Ok

David Lee sebagai Gae Deok

Joo Da Young sebagai Gil Ja

Yeon Joon Seok sebagai San Dol

Park Hae Joon sebagai Min Ho

Kim Ji Ho sebagai Gil Ja (dewasa)

Park Yong Woo sebagai Hyung Joon

Lee Dae Yeon sebagai Soo Ok

Hwang Suk Jung sebagai Ibu Gae Duk

Park Jung Min sebagai Yong Soo

Lee Beom Soo sebagai Yong Chul

  • 1991λ…„, 우리의 μ²«μ‚¬λž‘μ΄ μ‹œμž‘λ˜μ—ˆλ‹€.
  • Tahun 1991, cinta pertama kita dimulai.


Nah nah… Sebenarnya cukup sangsi dengan adanya Idol di film ini, takutnya film ini jelek dan menampilkan idol hanya untuk keuntungan finansial semata tanpa menimbang akting dan jalan cerita. Kim So Hyun yang sering main akting juga tidak bikin ekspektasi saya mengenai film ini membaik, karena Kim So Hyun juga selalu menerima tawaran akting dalam bidang apapun. Siapa tau Kim So Hyun main film ini karena ingin mendalami karakter saja πŸ˜€

Waktu itu saya pertama kali nonton juga karena malas Ibu dan Bibi saya menonton sinetron India -_- saya dan sepupu akhirnya memilih film seadanya di handphone saya, yah yang ada cuma ini sih :’D

Di setengah durasi film, saya masih belum menemukan gejolak keseruan, saya hanya mengikuti alur, tidak terlalu tertarik, karena memang adegannya hanya tentang keseharian persahabatan 5 orang. Saya sendiri bingung dengan nama-nama Koreanya. Jadi tidak ingat tokoh yang mana namanya siapa -_- Saya nonton dengan datar-datar saja.. Yang saya fokuskan malah pengamatan saya, yang mana yang D.O di usia dewasa? Karena film ini memang menceritakan kias balik 5 sahabat yang sudah dewasa dan punya kehidupan masing-masing. Filmnya juga nggak nyebutin nama tokoh saat pemeran dewasa muncul. Jadi sampai ΒΎ film kira-kira, kita tetap dibuat bingung dengan perwujudan tokoh dewasanya.

Nah, setelah itu karena harus pulang, setengah durasi film saya pause. Saya nggak lekas melanjutkan karena memang nggak ada motivasi buat nonton lagi. Tapi karena tadi siang pengen nonton sambil makan, alhasil lanjut deh nonton film ini πŸ˜€

Saya sambil makan ya nonton tu film. Baru dari setengah durasi selanjutnya, film mulai ada pergerakan. Mulai timbul harapan dan kepupusan. Cinta dan kenyataan. Untungnya saya sudah selesai makan, dan saat nangis, saya nggak keselek nasi sendiri :’D

μ—­μ‹œ… (Weiss pake bahasa korea, wkwk) film Korea emang rajanya drama. Cukup dengan emosi pemain, musik, adegan, dialog, yah nangis lah saya.. Dibelakang saya ada Ibu yang lagi nyetrika. Eh tiba-tiba ada pecalang nagih pajak :’D kan malu kalo nangis wkwk

Yang bikin sedih disini adalah rasa persahabatan yang kuat diantara mereka. Dimana mereka nggak mau ada masalah sekecilpun yang bikin mereka musuhan. Entah dari siapa sumbernya, harus mereka selesaiin sendiri. Masalahnyapun selalu mereka bagi. Jadi nggak ada yang namanya iri dan semuanya tercermin jujur dari diri mereka masing-masing. Kasih sayang mereka itu loh πŸ˜€ 

Sesama teman, kalau harus berantem dan main pukulpun sudah biasa. Tapi mana bisa pergi dan diam begitu saja?! 

                                                              – Gae Deok

Jarang sekali yang bisa berpikir seperti itu. Saya malah ragu, orang Korea aslinya kayak di film nggak sih? :’D

Temen-temen saya selama ini, kalau diajak adu argumen sedikit, mikirnya malah nggak sepaham, nggak sejalan, uda bubar aja, emang kamu lebih baik temenan ama yang lain, pantes nggak punya temen.

Tapi emang, dari film inipun, persahabatan mereka diuji kesetiaannya dengan satu masalah πŸ˜€ memang kalo tanpa masalah kita nggak akan sadar pentingnya makna kita menjalani hidup ini.

So, welcome problems~~ 

tapi, please, jangan grudukan datengnya :’D

Rating film ini buat saya: 3/5